MAKASSAR, Majalah Pro.co.id - Menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia, berbagai pandangan dan dinamika organisasi mulai mengemuka di kalangan insan pers Sulawesi Selatan. Namun di tengah perbedaan pilihan dan arah dukungan, semangat menjaga persatuan organisasi dinilai harus tetap menjadi prioritas utama.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) KotaParepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., mengajak seluruh anggota PWI Sulsel menyongsong konferensi dengan semangat kebersamaan, kedewasaan, dan tanggung jawab organisasi.
Menurutnya, konferensi bukan sekadar agenda memilih ketua, tetapi momentum menentukan arah masa depan organisasi wartawan terbesar dan tertua tersebut di Sulawesi Selatan.
“Mari kita songsong Konferensi PWI Sulsel dengan melihat bahwa PWI ini milik kita bersama. Bukan milik orang per orang, bukan milik kelompok tertentu, tetapi rumah besar seluruh insan pers,” ujar Abdul Razak Arsyad. Yang juga pemegang KTA-B PWI.
Ia menegaskan, setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi agar tetap independen, sehat, dan mampu menjadi wadah yang merangkul seluruh anggota tanpa sekat kepentingan.
Dalam pandangannya, demokrasi organisasi harus dijalankan secara elegan dengan mengedepankan gagasan, etika, dan penghormatan terhadap hak pilih setiap anggota.
“Gunakan hak pilih dengan hati nurani dan tanggung jawab demi menuju PWI Sulsel yang lebih baik, lebih terbuka, dan lebih memberi manfaat bagi seluruh anggota,” lanjutnya.
Abdul Razak juga menilai, dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun ia berharap seluruh pihak tetap menjaga suasana kondusif dan tidak menjadikan konferensi sebagai ruang perpecahan.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu menjadi pemimpin yang merangkul seluruh elemen dan menjadikan PWI sebagai organisasi yang kuat, profesional, dan bermartabat di tengah tantangan dunia pers yang terus berkembang.
Konferensi PWI Sulsel kali ini pun diharapkan menjadi momentum pembenahan organisasi, penguatan solidaritas wartawan, serta lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa semangat baru bagi kemajuan pers di Sulawesi Selatan.(*)
0Komentar