Majalah pro.co.id, Soppeng - Alat medis berupa Computerized Tompography Scan (CT Scan) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng rusak. Kondisi ini mengharuskan pihak RSU merujuk pasien yang membutuhkan CT Scan ke rumah sakit lain. Dampak pada Pasien berisiko mengalami keterlambatan diagnosis, terutama pada kasus darurat (seperti trauma kepala atau stroke) yang membutuhkan waktu penanganan cepat.
Yang berhasil dihimpun media ini, rusaknya alat CT Scan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, Pascarusak alat CT Scan mengahruskan pasien yang membutuhkan bantuan penaganan dari alat tersebut terpaksa harus di rujuk ke rumah sakit yang memilki alat CT Scan semisal ke RSU Kabupaten terdekat hingga ke Makassar.
Diketahui pula, CT scan ini diadakan spesial mengangkat tipe rumkit ini pihak RSUD Latemmamala diduga menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk penyediaan alat tersebut dengan sistem yang tidak transparan, Ketika terjadi kerusakan yang berlaku saling lempar tanggung jawab.
Ardi Doma, Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, saat dimintai tanggapanya terkait permasalahan Alkes Rumkit Latemmamala Selasa (31/3-2026) Menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut ini bukan persoalan kecil nyawa manusia bukan alat permainan, Ketika alat medis rusak cukup lama dan obat vital tidak tersedia, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia, Rumah sakit adalah tempat harapan terakhir masyarakat, bukan tempat kekecewaan.... tegasnya.
Ia menilai, manajemen rumah sakit dan pihak terkait harus bertanggung jawab penuh atas kondisi ini. Keterlambatan perbaikan fasilitas mengakibatkan puluhan pasien harus di rujuk kerumah sakit lainya luar kabupaten soppeng dan distribusi obat menunjukkan lemahnya pengelolaan dan kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendesak: Perbaikan segera mesin CT Scan tanpa alasan berlarut-larut
Pemenuhan stok obat-obatan esensial sebagai prioritas utama, Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Latemmamala Jangan sampai rakyat kecil harus menanggung akibat dari kelalaian sistem pungkasnya.
Pelayanan kesehatan adalah hak dasar, bukan layanan yang bisa ditunda-tunda,” tambahnya.
Ardi Doma juga menegaskan bahwa sebagai mitra pemerintah sudah layak untuk meminta penjelasan dari pihak menejeman terkait persoalan yg ada di rumah sakit latemmamala.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Kesehatan bukan sekadar program, tetapi soal keselamatan dan nyawa warga.
Sementara Direktur RSUD Latemmamala, dr. Mudir belum bisa diminta keteranganya, hanya melempar tanggung jawab ke Wadir pelayanan dan Kasubag perencanaan, keuangan sementara Humas RSUD Latemmamala sedang cuti melaksanakan umroh. (AY/**)
0Komentar