Soppeng, Majalah Pro.co.id - Perbaikan pipa induk PDAM Desa Abbanuange Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, dilakukan untuk mengatasi kebocoran atau kerusakan agar aliran air kembali normal. Proses ini umumnya memakan waktu 6 hingga 12 jam, tergantung pada skala kerusakan dan biasanya menyebabkan penghentian sementara distribusi air PDAM Minggu (24/5/2026).
Beberapa wilayah yang mengalami penghentian air karena pekerjaan perbaikan tersebut yakni Desa Abbanuange, Desa Tetewatu, Desa Palangiseng. “Diharapkan masyarakat dapat memaklumi penghentian penyaluran air ini, karena adanya pekerjaan perbaikan pipa utama yang bocor,” kata salah seorang tekhnisi PDAM Soppeng.
Dia berharap jaringan perpipaan untuk sambungan baru harus diperluas. Pasalnya hingga sekarang masih ada wilayah yang belum terjangkau aliran air PDAM. Dia mencontohkan di Desa Abbanuange, Desa Tetewatu , Desa Palangiseng, saat ini sudah banyak kepala keluarga yang mendapatkan sambungan dari PDAM Soppeng ini.
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Abbanuange , Desa Tetewatu, Desa Palangiseng rela mengantre untuk mendapatkan air dari bocornya pipa PDAM di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, mengaku sudah memanfaatkan bocornya pipa PDAM selama satu bulan terakhir. “Daripada terbuang percuma mending ditampung kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya,” katanya.
“Diharapkan masyarakat dapat memaklumi penghentian penyaluran air ini, karena adanya pekerjaan perbaikan pipa utama yang bocor,” katanya.
Sementara, itu tekhnisi PDAM lainya menambahkan agar masyarakat yang saluaran airnya mengalami kebocoran atau permasalahan agar dapat melaporkannya kepada pihak PDAM, sehingga dapat segera ditindak lanjuti.
“Saat ini kami masih melakukan perbaikan pipa utama yang bocor. Dan kebocoran ini diketahui berdasarkan dari laporan masyarakat. Jadi apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya kebocoran pipa penyaluran air, agar dapat segera dilaporkan kepada pihak PDAM,” ucapnya.(Rano/**)
0Komentar